< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 3 of 8
next >

Perancangan Dan Implementasi Antena Helikal Untuk Penggunaan Frekuensi L-Band

31

Rumus

empiris

berdasar

pada

beberapa

pengukuran dan digunakan untuk menentukan

beberapa parameter. Impedansi input (resistif

murni), diperoleh [3]:

)

(

C

140

R

Ω

⎟

⎠

⎞

⎜

⎝

⎛

λ

=

(2-4)

4) Aksial Rasio

Kondisi aksial rasio sangat berpengaruh pada

bentuk pola radiasi, semakin besar jarak antar ulir

(S) maka pola radiasi akan semakin aksial,

penambahan

besar

panjang

gelombang

berpengaruh pada hal yang sama, namun bila

diameter helikal semakin besar maka pola radiasi

akan semakin omnidirectional.

⎟⎟

⎠

⎞

⎜⎜

⎝

⎛

=

λ

p

1

x

sin

L

AR

(2-5)

k

atau :

1

p

1

x

sin

L

=

⎟⎟

⎠

⎞

⎜⎜

⎝

⎛

λ

(2-6)

atau

1

S

L

p

+

=

λ

λ

(2-7)

Pada pembahasan sebelumnya dikatakan bahwa

p

pada hubungan untuk menaikkan direktivitas,

p

persamaan diatas, kondisi untuk menaikkan

direktivitas diperoleh:

N

2

1

N

2

AR

+

=

(2-8)

N adalah jumlah lilitan, jika harga N diperbesar

maka polarisasi akan semakin sirkular.

3. PERANCANGAN

Perancangan Perangkat Keras

Antena yang akan dirancang terdiri dari satu buah

konduktor helikal, dan dibagian tengahnya

diberikan penyangga berupa tiang yang terbuat

dari pipa PVC dan tiap sisinya diperkuat dengan

ebonit agar besarnya jarak di tiap ulir adalah

sama. Antena helikal ini diharapkan bekerja pada

frekuensi 1,705 GHz, menghasilkan VSWR

:

1,1 – 1,15, gain : 12 dB, dengan pola radiasi

aksial.

Dalam perancangan elektris antena meliputi

pemilihan bahan dan penentuan dimensi helikal,

seperti: diameter helikal (D), jarak antar lilitan

(S), panjang konduktor pembentuk helikal

(nL), jarak antar ground plane dengan

lilitan awal (a).

3.1 Dimensi Antena Helikal

Rumus perhitungan diambil dari buku

referensi [6] yang perincian gambarnya

sebagai berikut:

Gambar 4. Dimensi helikal

Frekuensi tengah atau frekuensi kerja

antena helikal mode aksial yang akan

dirancang berharga 1,705 GHz. Untuk

bahan konduktor helikal dipilih bahan

tembaga dengan diameter 2,5 milimeter.

Dengan memasukkan semua harga kedalam

perhitungan. Hasil perhitungan dijelaskan

pada tabel berikut.

Tabel 2. Hasil Perhitungan

Parameter

Rumus

Nilai

Frekuensi

f

1.705 GH

z

Panjang

Gelombang

λ =

c

f

17.595 cm

Jumlah

Lilitan

n

21

Diameter

Helix

D =

λ

3

5.81 cm

Keliling

Helix

K = π. D

18.23 cm

Spasi antar

lilitan

S = 0.22  λ

3.87 cm

Panjang

Groundplane

R = 0.8  λ

14.08 cm

Panjang

Helix

365 cm

Jarak Ground

Plane dengan

awal putaran

a =

λ

8

2.12 cm

Diameter

Tembaga

2.5 mm

Tebal

Groundplane

(alumunium)

1.5 mm