Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7

Page 1 of 7
next >

Jurnal Sistem Komputer Unikom – Komputika – Volume 1, No.1 - 2012

15

EFEK PERAMBATAN GELOMBANG SEISMIK

MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST) DAN SEISMIC UNIX (SU)

DALAM BATUAN GAMPING

John Adler

1

, Muhammad Aria

2

1)

Teknik Komputer, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

2)

Teknik Elektro, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Jl. Dipati Ukur 112-116 Bandung

Email : john.adler007@gmail.com

ABSTRAK

Batuan gamping adalah salah satu kelas batuan sedimen yang terbentuk oleh mineral kalsit, dolomit

dan aragonit. Batuan reservoar ini sangat penting karena lebih dari 50% reservoir minyak dan gas di

dunia adalah reservoar karbonat. Tapi, ada banyak tantangan dalam batuan karbonat, seperti:

ketidakteraturan dan kompleksitasnya batuan karbonat termasuk geometri pori dan rangka batuan.

Karbonat memiliki karakteristik unik bila dibandingkan dengan reservoar lainnya. Sampel ini diambil

di daerah Rajamandala, Jawa Barat. Daerah penelitian terletak 20 km ke arah Bandung barat.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perambatan gelombang seismik pada zona berpori yang dapat

kita pelajari dampak atau pengaruh gelombang seismik terhadap keberadaan pori dan matriks

batuan. Sebuah teknik numerik untuk mensimulasikan perambatan gelombang dalam struktur

anisotropik heterogen 2D, yang akan diamati respon gelombang elastis dari model gelombang-P dan

-S (gelombang-SV dan –SH, vertikal dan horisontal). Program beda hingganya menggunakan domain

waktu orde-2 dan domain ruang orde-4. Input berasal dari hasil pengolahan citra pada Matlab dalam

bentuk nilai 1, 2 dan 3. Jaringan Syaraf Tiruan menggunakan banyak lapisan, fungsi aktivasi sigmoid

biner yang dilatih menggunakan propagasi balik, proses belajar terawasi dimana output yang

diharapkan telah diketahui sebelumnya. Kami memiliki model kecepatan gelombang menggunakan

model mirror dan glue, dua kali. Jadi masukkan nilai maksimum sampel tepi ke-n untuk perambatan

awal. Terakhir, pantulkan ke arah sumbu-Z.

Waktu tempuh gelombang diukur dari seismogram wavelet, sehingga kecepatan gelombang dapat

dihitung untuk berbagai frekuensi. Fenomena gelombang dalam bentuk efek dispersif dapat diamati di

mana dengan bertambahnya frekuensi, akan mengurangi kecepatan. Kami menyimpulkan bahwa efek

dispersi dapat terjadi jika kecepatan bergantung pada frekuensi karena pori-pori batuan yang

heterogen. Perambatan tidak berlaku untuk jenis batuan lain seperti fosil berupa foraminifera,

ganggang merah, plankton, dan koral.

Kata Kunci: Batuan gamping, perambatan gelombang, beda hingga, propagasi balik, efek dispersi.

1.

PENDAHULUAN

Perkembangan penelitian Jaringan Syaraf

(Artificial Neural Network, ANN)

telah dimulai pada tahun 1940-an. Setelah itu

penelitian Jaringan Syaraf Tiruan berkembang

sangat pesat dan merambah ke semua bidang

kelimuan. Salah satunya ilmu kebumian

(geofisika). Dalam ilmu geofisika, Jaringan

Syaraf Tiruan ini sangat diperlukan sebagai

dasar eksplorasi pencarian sumber minyak baru,

dengan meneliti karakteristik sebuah batuan

gamping dimana hidrokarbon berupa oil dan

gas tersimpan di dalam pori-pori batuan

tersebut [2].

Batuan jenis ini banyak sekali ditemukan

di Indonesia. Di daerah Padalarang, bahkan

menjadi laboratorium dunia bagi peneliti-

peneliti asing karena keanekaragaman bentuk

batuan di seluruh dunia ada di sini. Batuan jenis

ini menjadi sangat penting karena lebih dari

50% reservoar minyak dan gas adalah reservoar

gamping dan juga memiliki pori-pori yang lebih

banyak

daripada

batuan

igneous

dan

metamorphic

terbentuk pada kondisi suhu dimana hidrokabon

terpelihara di

dalamnya. Itulah mengapa

reservoar gamping berperan penting dalam

produksi gas dan minyak.

2.

TINJAUAN PUSTAKA

Backpropagation

Digital Image Processing

Jaringan

Syaraf

Tiruan

merupakan

cabang dari

Artificial

Intelligence

yang