Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 1 of 6
next >

Jurnal Teknik Komputer Unikom – Komputika – Volume 3, No. 2 – 2014

!

7

ROUND-ROBBIN

REAL TIMECENTRAL PROCESSING UNIT

Folkes E. Laumal

Politeknik Negeri Kupang, Jl. Adicucipto – Penfui - Kupang, Kode Pos 85361

Email : folkeslaumal76@gmail.com

ABSTRAK

Penjadwalan merupakan dasar sistem operasi komputer multiprogrammingyang membuat sistem

menjadi lebih produktif dan efisien. Tujuan dari penjadwalan proses adalah meningkatkan kinerja

sistem komputer menurut kriteria tertentu diantaranya waiting timedanturn around time.Real time

fetching adalah proses pengambilan data dari antrian pada memory secara real time[1]. Salah satu

penjadwalan yang dapat diterapkan dalam pengolahan sistem operasi yaitu Round Robbin.

Penjadwalan ini bersifat preemtive sehingga ketika diterapkan pada real time fetching diperoleh hasil

performance yang rendah[5]. Untuk itu telah dikembangkan lagi sebuah algoritma Round Robbin

(Pengembangan Round Robbin) dan diuji dalam 5 antrian program. Hasil akhir membuktikan bahwa

dengan algoritma pengembangan Round Robbin tersebut telah memperkecil waiting time (AWT) dari

7.8 ke 3.6 satuan waktu dan 8.6 ke 6 satuan waktu. Turn around time(ATAT) berkurang dari 13.4 ke 8

satuan waktu dan 12.2 ke 11.6 satuan waktu. Sedangkan performance CPU telah meningkat dari 0.128

ke 0.278 dan dari 0.116 ke 0.167.

Kata kunci : Round-Robbin, waiting time, turn arround time, Performance CPU

1.! PENDAHULUAN

Penjadwalan merupakan dasar dari sistem

operasi

(OS)

dalam

multiprogramming

computer

proses-proses yang ada pada sebuah antrian

sistem operasi akan membuat sistem komputer

menjadi lebih produktif dan efisien. Sasaran

multiprogramming

adalah

mempunyai

proses yang tereksekusi di setiap waktu

utilisasi

baik. Untuk sistem komputer dengan

single processor

pernah lebih dari satu proses yang berjalan.

Di dalam sebuah sistem komputer, jika

terdapat beberapa proses,maka satu proses akan

berjalan dan proses lain akan menunggu

sampai proses sebelumnya selesai dieksekusi.

multiprogramming

karena satu proses dieksekusi sampai selesai

tanpa menunggu, biasanya terjadi dalam

operasi I/O.

multiprogramming

tertentu beberapa proses akan disimpan

dimemori. Ketika proses tertentu harus

menunggu dalam antrian, setiap kali satu proses

harus menunggu, proses lain akan mengambil

alih penggunaan pemroses. Dalam hal ini,

sistem operasi mengambil pemroses darinya

dan memberikan pemroses ke proses lain. Pola

ini dilakukan secara terus-menerus.

Tujuan utama dari penjadwalan proses

adalah meningkatkan kinerja sistem komputer

menurut kriteria tertentu. Kinerja untuk

mengukur dan optimasi kerja penjadwalan

fairnessresponse timeturn around

timethroughput

Terdapat 2 model penjadwalan dalam sistem

preemtivenon-

preemtive

memiliki sub model dengan spesifikasi dan

implementasinya masing-masing, termasuk

Round Robin Scedulling

preemtive

prioritas [5]. Penjadwalan ini banyak

dikembangkan dalam sistem operasi modern

saat ini ketika sebuah antrian dalam

pemrosesan data CPU terjadi. Akan tetapi

sebenarnya penjadwalan Round robin memiliki

keterbatasan jika diterapkan pada sistem

real time

yang

datang

secara

terus-menerus

time sharring

performance

dari CPU.

Untuk

memperbaiki

penurunan

performance ini, Ajit Singh, Priyanka Goyal

dan Sahil Bahtra (2012) telah berhasil

menurunkan jumlah switching dan rata-rata

waktu tunggu dengan pendekatan algoritma

lain yang diuji pada kasus 5 buah antrian. Akan

tetapi seberapa besar penurunan pada rata-rata

rata turn arround time

sehingga dapat memberikan kesimpulan yang

pasti tentang perbaikan performance ini, maka